Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

1. Contoh Menggunakan Bahasa Indonesia Secara baik dan benar

Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi.

Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan bahasa:

a. Saya sama Andi mau bekerja dulu sebelum kuliah.

b. Kenapa kamu gak nunggu dia di sana aja ?

Dari contoh tersebut mungkin terlihat tidak ada kesalahan. Beberapa orang melihatnya kalimat itu benar karena kalimat tersebut sudah biasa diucapkan oleh orang. Tapi , sebenarnya kalimat itu salah karena penggunaan kata yang salah. Karena kata sama, dulu, gak, nunggu dan aja bukan kata baku, sedangkan  kata mau pada kalimat tersebut merupakan penggunaan kata yang salah pada kalimat tersebut

Kalimat tersebut jika menggunakan kata baku yang tepat akan menjadi kalimat yang baik dan benar. Berikut pemmbenaran dari kalimat tersebut:

a. Saya dan Andi ingin bekerja dahulu sebelum kuliah.

b. Kenapa kamu tidak menunggu dia di sana saja?

Jika bahasa sudah baku atau standar, baik yang ditetapkan secara resmi lewat surat putusan pejabat pemerintah atau maklumat, maupun yang diterima berdasarkan kesepakatan umum dan yang wujudnya dapat kita saksikan pada praktik pengajaran bahasa kepada khalayak, dapat dengan lebih mudah dibuat pembedaan antara bahasa yang benar dengan yang tidak.  Pemakaian bahasa yang  mengikuti kaidah yang  dibakukan atau yang dianggap baku  itulah yang merupakan bahasa yang benar.

Orang yang mahir menggunakan bahasanya sehingga maksud hatinya mencapai sasarannya, apa pun jenisnya itu, dianggap telah dapat berbahasa dengan efektif. Bahasanya membuahkan efek atau hasil karena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya. Di atas sudah diuraikan bahwa orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkungan hidup harus memilih salah satu ragam yang cocok dengan situasi itu. Pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa itulah yang disebut bahasa yang baik atau tepat. Bahasa yang harus mengenai sasarannya tidak selalu perlu beragam baku. Dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pe­makaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjillah bila dalam tawar-menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti:

(a) Berapakah Ibu mau menjual kangkung ini?

(b) Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?

Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang benar, tetapi tidak baik karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (c) dan (d) berikut akan lebih tepat.

(c) Berapa nih, Bu, kangkungnya?

(d) Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?

Sebaliknya, kita mungkin berbahasa yang baik, tetapi tidak benar. Frasa seperti ini hari merupakan bahasa yang baik di kalangan para makelar karcis bioskop, tetapi bentuk ini bukan merupakan bahasa yang benar karena letak kedua kata dalam frasa ini terbalik.Karena itu, anjuran agar kita “berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.

Sumber: http://staff.blog.ui.ac.id/syahidin.badru/2009/10/23/bahasa-yang-baik-tetapi-tidak-benar/

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: